Ads
Ads

Libatkan 18 Kecamatan, Disdikbud Kutim Perkuat Kompetensi Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal

SANGATTA – Peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada kurikulum dan sarana pendidikan, tetapi juga pada kemampuan guru dalam menerapkannya di ruang belajar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan serta bimbingan teknis (bimtek) yang melibatkan unsur pendidikan di tingkat kecamatan.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, S.Pd.AUD., M.Pd., mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas tidak hanya menyasar guru, tetapi juga melibatkan koordinator wilayah, pengawas, dan penilik.

“Kami menggandeng seluruh koordinator wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Timur, di 18 kecamatan, untuk mengikuti bimtek. Mereka terlibat aktif dalam keberlangsungan proses pembelajaran di setiap satuan pendidikan,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Senin (28/9/2026).

Menurut Heri, pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru sekaligus memperkuat koordinasi antara satuan pendidikan dan unsur pembina di wilayah masing-masing.

Ia menjelaskan, pengawas dan penilik juga dilibatkan karena memiliki peran dalam pemantauan serta pendampingan penyelenggaraan pendidikan. Pengawas berperan dalam pembinaan sesuai lingkup tugasnya, sedangkan penilik menjalankan fungsi pengendalian mutu dan evaluasi pada pendidikan nonformal sesuai ketentuan.

Pelibatan unsur tersebut dinilai penting bagi Kutim yang memiliki 18 kecamatan dengan kondisi geografis dan akses pendidikan yang beragam.

“Koordinasi yang baik kami berharap dapat membantu penyampaian informasi kebijakan, penerapan kurikulum, serta identifikasi kebutuhan satuan pendidikan di lapangan,” harap Heri.

Selain pelatihan, peningkatan kompetensi guru juga didukung melalui rencana program beasiswa S1 dan S2. Program tersebut diharapkan memperkuat kualifikasi akademik sekaligus kemampuan pendidik dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang.

Ke depan, peningkatan kualitas pelatihan perlu diikuti evaluasi terhadap penerapannya di sekolah. Keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti bimtek, tetapi juga dari perubahan praktik mengajar dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Disdikbud Kutim diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan secara berkelanjutan agar guru, koordinator wilayah, pengawas, dan penilik memiliki peran yang saling mendukung dalam meningkatkan mutu PAUD dan pendidikan nonformal. (ADV/Kutim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *