Ads
Ads

Mahyunadi Tekankan Serapan 80 Persen Pekerja Lokal, PT GAM Jawab dengan Capaian 78 Persen

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya komitmen perusahaan pertambangan dalam memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat lokal. Ia meminta perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan produksi, tetapi juga berperan aktif meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri.

Penegasan tersebut disampaikan Mahyunadi dalam kegiatan Konsultasi Publik Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Ganda Alam Makmur (GAM) periode 2027–2031 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Jumat (9/10/2026).

Menurut Mahyunadi, keberadaan perusahaan pertambangan harus memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan pekerjaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim telah menetapkan ketentuan mengenai penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 80 persen. Karena itu, perusahaan diharapkan mampu memenuhi ketentuan tersebut dengan menyiapkan program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Mahyunadi menilai salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat lokal adalah kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Kondisi tersebut harus dijawab melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk diterima bekerja.

“Pelatihan jangan hanya berakhir dengan sertifikat. Setelah dilatih, masyarakat harus punya kesempatan untuk bekerja atau mengembangkan usahanya,” tegas Mahyunadi.

Ia juga mengingatkan agar program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan sementara, melainkan mampu membangun kemandirian ekonomi.

Menurutnya, keberhasilan program perusahaan harus dapat diukur melalui peningkatan keterampilan, terbukanya lapangan pekerjaan, dan bertambahnya penghasilan masyarakat.

PT GAM Jawab Target Pemerintah, Serapan Lokal Capai 78 Persen

Menanggapi perhatian pemerintah daerah terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, Admin Manager PT GAM, Herlando Sianipar, mengungkapkan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat Kutim dalam kegiatan operasional pertambangan.

Herlando menyampaikan, berdasarkan data perusahaan hingga Oktober 2026, komposisi tenaga kerja lokal PT GAM telah mencapai 78 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tinggal meningkatkan penyerapan sebanyak dua poin persentase untuk memenuhi target 80 persen yang diharapkan pemerintah daerah.

“Saat ini penyerapan tenaga kerja kami sudah di angka 78 persen,” ungkap Herlando.

Menurutnya, upaya meningkatkan penyerapan pekerja lokal tidak terlepas dari tantangan ketersediaan calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Karena itu, PT GAM berupaya memperkuat program pendidikan dan pelatihan agar masyarakat sekitar memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan maupun mitra kerjanya.

Herlando menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu pendekatan yang ditempuh perusahaan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Siapkan 150 Pemuda Lokal melalui Pelatihan Operator

Salah satu langkah PT GAM dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja adalah menjalankan program Academy Operator Training (AOT).

Program tersebut menyasar lulusan sekolah menengah atas (SMA) dari 14 desa yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Herlando menjelaskan, program AOT telah memasuki angkatan kelima dengan jumlah peserta yang memperoleh pembinaan mencapai sekitar 150 pemuda lokal.

Pelatihan dilaksanakan selama enam bulan dengan seluruh kebutuhan pembiayaan ditanggung PT GAM.

Melalui program tersebut, peserta dibekali keterampilan untuk mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diarahkan untuk memperoleh kesempatan bekerja melalui perusahaan mitra maupun kontraktor yang bekerja sama dengan PT GAM.

Program ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan kompetensi sekaligus meningkatkan peluang generasi muda Kutim untuk terlibat dalam kegiatan industri di daerahnya sendiri.

Perkuat Pendidikan melalui Program Beasiswa

Selain pelatihan operator, PT GAM juga menjalankan program beasiswa pendidikan sebagai bagian dari investasi pengembangan SDM jangka panjang.

Program tersebut mencakup kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya PEP Bandung melalui skema ikatan dinas, Universitas Mulawarman, serta Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Perusahaan juga merencanakan perluasan kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi di Balikpapan.

Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda Kutim yang memiliki keterampilan dan kualifikasi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Sementara itu, Mahyunadi berharap program pemberdayaan yang disusun perusahaan benar-benar memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara pelatihan, kesempatan kerja, serta pengembangan usaha masyarakat agar manfaat industri pertambangan tidak hanya berlangsung selama perusahaan beroperasi.

Bagi Pemkab Kutim, pencapaian target 80 persen tenaga kerja lokal menjadi salah satu perhatian dalam memastikan investasi pertambangan memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat daerah.

Dengan capaian 78 persen yang disampaikan PT GAM, peningkatan kompetensi dan perluasan kesempatan kerja menjadi langkah penting untuk memenuhi target tersebut sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat Kutim dalam sektor industri. (ADV/Kutim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *