Kutim – “Dari ladang menuju lumbung pangan,” sekitar tujuh ton jagung pipil hasil panen PT DSN Group di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, mulai bergerak menuju Gudang Perum Bulog Samarinda, Jumat (7/8/2026). Pengiriman komoditas pertanian tersebut dilepas langsung oleh Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan dan kelancaran distribusi hasil pertanian di daerah.
Pemberangkatan jagung berlangsung secara seremoni di lingkungan PT DSN Group, Desa Muara Wahau. Sekitar tujuh ton jagung pipil kemudian diangkut menggunakan armada menuju Samarinda dengan pengawalan personel Polsek Muara Wahau. Pengamanan dilakukan untuk memastikan perjalanan komoditas pertanian tersebut berlangsung aman dan lancar sejak meninggalkan lokasi produksi hingga tiba di gudang Bulog.
Kegiatan pelepasan tersebut melibatkan berbagai unsur. Selain jajaran Polres Kutai Timur, turut hadir perwakilan pemerintah kecamatan, TNI, personel Polsek Muara Wahau dan Polsek Kongbeng, UPT Pertanian, para kepala desa, serta jajaran manajemen dan karyawan PT DSN Group. Kehadiran lintas unsur itu menunjukkan keterlibatan bersama dalam mendukung proses produksi hingga distribusi komoditas pangan.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah menilai pengiriman hasil panen jagung kepada Bulog memiliki peran penting karena tidak hanya berkaitan dengan pendistribusian hasil produksi, tetapi juga membantu memperjelas jalur penyerapan komoditas pertanian dari daerah.
“Kami memberikan dukungan terhadap setiap upaya peningkatan produksi dan penyerapan hasil pertanian. Pengiriman jagung ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya dari wilayah Kutai Timur,” ujar AKBP Aryansyah.
Ia memandang keberlanjutan produksi pertanian membutuhkan kerja sama antara banyak pihak. Kepolisian, pemerintah, perusahaan, sektor pertanian hingga masyarakat memiliki peran masing-masing agar hasil panen dapat diproduksi secara berkelanjutan sekaligus tersalurkan melalui jalur yang memberikan manfaat ekonomi.
Sinergi tersebut juga menjadi penting karena penyerapan hasil produksi menjadi salah satu bagian yang menentukan keberlanjutan kegiatan pertanian. Ketika hasil panen memperoleh akses distribusi yang jelas, kegiatan produksi berpeluang terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat maupun daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha maupun masyarakat. Kepolisian siap mendukung dari sisi pengamanan dan kelancaran distribusi hasil pertanian,” katanya.
AKBP Aryansyah juga menyampaikan apresiasi kepada PT DSN Group dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi hingga pengiriman jagung dari Muara Wahau tersebut. Dukungan berbagai unsur dinilai menjadi salah satu faktor penting agar komoditas yang telah dipanen dapat segera disalurkan kepada lembaga yang menangani penyerapan dan penyimpanan pangan.
Pengiriman jagung menuju Gudang Perum Bulog Samarinda sekaligus memperlihatkan peran daerah penghasil dalam mendukung ketersediaan komoditas pangan. Muara Wahau yang memiliki aktivitas pertanian dan perkebunan menjadi salah satu wilayah yang berpotensi terus meningkatkan kontribusi produksi pangan apabila didukung oleh rantai distribusi dan pasar yang memadai.
Di sisi pengamanan, personel Polsek Muara Wahau mengawal armada pengangkut selama proses keberangkatan menuju Samarinda. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan hambatan selama perjalanan sekaligus memastikan komoditas yang dibawa dapat mencapai tujuan sesuai rencana.
Dengan terkirimnya sekitar tujuh ton jagung pipil tersebut, kerja sama perusahaan, pemerintah, kepolisian, unsur pertanian dan masyarakat kembali menjadi bagian penting dalam mata rantai ketahanan pangan. Kelancaran produksi, penyerapan hingga distribusi diharapkan dapat menjaga kesinambungan usaha pertanian sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi Kutai Timur.



