Ads

Dinsos Bontang Temukan Data Warga Pindah, Penerima Bantuan Dievaluasi

BONTANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang terus memperkuat proses verifikasi data masyarakat penerima bantuan sosial. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data yang digunakan dalam penyaluran bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Dalam proses verifikasi, Dinsos Bontang menemukan sejumlah data yang perlu diperbarui. Salah satunya adalah warga yang sudah berpindah tempat tinggal, namun masih tercatat dalam data penerima bantuan.

Kepala Dinsos Kota Bontang, Ahmad Yani, mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya dilakukan verifikasi secara langsung di lapangan.

“Kadang-kadang ditemukan sudah pindah, masih didata. Ada juga yang tidak tahu orangnya ke mana,” ujar Ahmad Yani.

Menurutnya, perubahan tempat tinggal masyarakat dapat terjadi karena berbagai kondisi. Ada warga yang berpindah ke lokasi lain, menyewa tempat tinggal baru, maupun tidak lagi berada di alamat yang tercatat dalam data sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat Dinsos perlu melakukan pengecekan ulang untuk memastikan apakah warga yang bersangkutan masih memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan.

Jika hasil verifikasi menunjukkan penerima sudah tidak memenuhi kriteria, data tersebut akan dievaluasi dan dapat dikeluarkan dari daftar penerima bantuan.

Sebaliknya, apabila warga masih memenuhi persyaratan, data akan diperbarui sesuai kondisi terkini sehingga dapat menjadi dasar dalam proses penyaluran bantuan berikutnya.

Ahmad Yani menegaskan, hasil verifikasi juga akan disampaikan kembali kepada pihak kelurahan dan RT. Dengan begitu, perangkat wilayah dapat mengetahui perubahan kondisi warga sekaligus membantu memastikan data masyarakat di lingkungannya tetap mutakhir.

“Data itu harus terus diperbarui karena kondisi masyarakat bisa berubah,” jelasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinsos Bontang dalam membangun basis data sosial yang lebih akurat. Dengan verifikasi secara langsung, pemerintah dapat meminimalkan potensi kesalahan sekaligus mendorong penyaluran bantuan agar lebih transparan dan tepat sasaran.

Bagi Dinsos, akurasi data bukan hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menjadi dasar penting agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *