SANGATTA– Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kutai Timur (Kutim), kemeriahan Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 tetap berlangsung dengan menghadirkan 231 peserta dari berbagai sektor. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama selama pelaksanaan pameran yang merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim tersebut.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim sekaligus Ketua Panitia HUT ke-27 Kutim, Trisno, menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap pengunjung. Hal itu disampaikannya dalam laporan pembukaan Pekan Raya Kutim Expo 2026 di Lapangan Helipad Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (12/10/2026) malam.
Menurut Trisno, penyelenggaraan expo tahun ini menghadapi tantangan tersendiri karena kondisi udara yang terdampak kabut asap. Situasi tersebut menjadi perhatian mengingat kegiatan berlangsung selama tujuh hari, mulai 12 hingga 18 Oktober 2026, dengan potensi kunjungan masyarakat yang cukup tinggi.
Panitia pun berupaya menjaga keseimbangan antara kemeriahan perayaan hari jadi daerah dan perlindungan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyediakan pos kesehatan di kawasan pameran agar pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh penanganan.
Trisno juga mengingatkan seluruh peserta pameran, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Penerapan langkah-langkah perlindungan kesehatan dinilai penting, terutama bagi pengunjung yang beraktivitas dalam waktu cukup lama di area terbuka.
Selain memperhatikan faktor kesehatan, panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan berdasarkan Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.14.1.1/2074/Bup. Pelaksanaan expo melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, instansi vertikal, perusahaan, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.
“Expo tahun ini diikuti oleh 231 peserta, yang terdiri dari 39 stan perangkat daerah, 18 stan kecamatan, 3 stan instansi vertikal, 4 stan perusahaan pertambangan, 1 stan GAPKI, 3 stan perbankan, 3 stan organisasi/lembaga, serta 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Ekonomi Kreatif,” ungkap Trisno.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan luasnya keterlibatan berbagai sektor dalam memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Kutai Timur. Dari keseluruhan peserta, pelaku usaha mikro, kecil, dan ekonomi kreatif menjadi kelompok dengan jumlah terbanyak, yakni 160 peserta.
Keterlibatan para pelaku usaha tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan promosi produk lokal sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Pameran juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal produk unggulan, potensi investasi, serta perkembangan pelayanan publik yang dijalankan pemerintah daerah.
Trisno menjelaskan bahwa Pekan Raya Kutim Expo 2026 mengangkat dua pilar utama, yaitu Kutai Timur Berdaya dan Tumbuh Bersama. Kedua pilar tersebut menjadi landasan penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya menonjolkan hiburan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah.
Melalui konsep tersebut, expo diharapkan memberikan kontribusi terhadap pencapaian visi pembangunan Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing pada periode 2025–2029. Keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong terwujudnya visi tersebut.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa penyelenggaraan Pekan Raya Kutim Expo memiliki nilai strategis bagi pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan berbagai pihak untuk membangun jejaring dan memperluas peluang usaha.
“Pekan Raya Kutim Expo bukan sekadar ajang pameran atau keramaian tahunan, melainkan ruang untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, UMKM, koperasi, desa, dan masyarakat untuk memperluas peluang promosi, kemitraan, serta menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Ardiansyah.
Ardiansyah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Partisipasi aktif pengunjung dinilai penting agar seluruh rangkaian expo dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
Pembukaan Pekan Raya Kutim Expo 2026 berlangsung semarak dengan beragam pertunjukan seni dan hiburan. Penampilan tari dari Sanggar Seni Gelora Sangkulirang menjadi salah satu sajian yang memeriahkan acara, disusul pertunjukan bumper and lighting show serta hiburan musik dari band pembuka dan Adly Koplo Star.
Suasana peresmian semakin meriah ketika Bupati Ardiansyah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemukulan jimbe sebagai tanda dimulainya kegiatan secara resmi.
Usai prosesi pembukaan, rombongan pemerintah daerah melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah stan pameran. Berbagai produk unggulan daerah, inovasi pelayanan publik, serta potensi ekonomi lokal ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan perkembangan pembangunan Kutai Timur kepada masyarakat.
Di balik kemeriahan tersebut, kesiapan layanan kesehatan tetap menjadi bagian penting dari penyelenggaraan expo. Keberadaan pos kesehatan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama ketika kondisi kabut asap masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah.
Dengan keterlibatan 231 peserta dan dukungan berbagai unsur pemerintahan serta dunia usaha, Pekan Raya Kutim Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan HUT ke-27 Kutai Timur, tetapi juga sarana memperkuat kolaborasi ekonomi daerah. Panitia pun mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati dengan aman, tertib, dan nyaman. (ADV/Kutim).



