SIDOARJO – Perjalanan hidup Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana diabadikan dalam sebuah buku antologi berjudul Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo. Karya yang melibatkan 30 penulis dari kalangan siswa, guru, dan wali murid MTs Negeri 4 Sidoarjo tersebut menjadi upaya mengenalkan keteladanan perempuan sekaligus menumbuhkan semangat literasi di lingkungan madrasah itu mengangkat perjalanan Mimik Idayana sejak menjalani aktivitas sebelum memasuki dunia politik, menjadi anggota legislatif, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Sidoarjo.
Melalui tulisan dengan sudut pandang beragam, para penulis berupaya merekam kiprah dan pengalaman hidup Mimik sebagai bahan pembelajaran serta inspirasi bagi generasi muda.
Kepala MTsN 4 Sidoarjo, Islakha Wahyuni, mengatakan penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah memperkuat budaya literasi.
Selain mendorong kemampuan menulis, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal figur perempuan yang dinilai dapat dijadikan teladan dalam menentukan cita-cita dan menjalani kehidupan.
Buku Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo disusun oleh 26 siswa, tiga guru, dan satu wali murid. Masing-masing penulis menghadirkan cerita serta sudut pandang berbeda mengenai sosok Mimik Idayana. Proses penyusunan karya tersebut berlangsung selama kurang lebih dua bulan hingga akhirnya dapat diluncurkan.
Islakha menjelaskan, kegiatan menulis antologi itu tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan sebuah buku. Lebih dari itu, pihak madrasah ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan gagasan, memperluas wawasan mengenai tokoh inspiratif, serta membangun keberanian dalam menyampaikan pemikiran melalui tulisan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk menuangkan gagasan, mengenal tokoh inspiratif, sekaligus menumbuhkan keberanian dalam menulis dan meraih cita-cita,” ujar Islakha.
Ia mengungkapkan, gagasan untuk menulis buku tersebut berawal dari diskusi bersama para siswa mengenai figur yang layak dijadikan panutan. Dalam pembicaraan itu, muncul ketertarikan untuk mengangkat perempuan yang berhasil menorehkan prestasi dan memperoleh kepercayaan menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan.
Menurut Islakha, pengenalan terhadap tokoh perempuan memiliki arti penting bagi para siswa, khususnya dalam membangun keyakinan bahwa cita-cita dapat diperjuangkan melalui proses belajar, keberanian, dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
“Ketika saya bertanya kepada anak-anak perempuan tentang cita-cita mereka, ada yang ingin menjadi seperti tokoh perempuan yang kini memegang peran penting. Karena itu, saya mendorong mereka untuk menulis dan belajar dari perjalanan hidup tokoh yang mereka kagumi,” tuturnya.
Islakha menambahkan, MTsN 4 Sidoarjo terus berupaya mengembangkan budaya literasi melalui beragam karya tulis. Kegiatan tersebut tidak terbatas pada penulisan antologi, tetapi juga mencakup puisi, cerita pendek, hingga buku pantun.
Dalam pelaksanaannya, para guru dan kepala madrasah turut terlibat dalam kegiatan menulis. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi para siswa bahwa budaya membaca, menulis, dan berkarya perlu dikembangkan secara bersama-sama di lingkungan pendidikan.
Melalui penerbitan buku antologi tersebut, pihak madrasah berharap semakin banyak siswa yang berani menghasilkan karya. Selain meningkatkan keterampilan menulis, kegiatan literasi juga diharapkan dapat membangun kepercayaan diri siswa ketika berkomunikasi serta mendorong mereka menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru, dan wali murid MTsN 4 Sidoarjo yang telah berkolaborasi menerbitkan buku mengenai sosok perempuan inspiratif.
Menurutnya, karya tersebut patut menjadi langkah awal untuk memperluas kegiatan literasi dan mendorong lahirnya buku-buku lain yang mengangkat figur dengan pengalaman serta kontribusi bagi Kabupaten Sidoarjo.

Mimik berharap penerbitan antologi tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah dan madrasah lain untuk memberikan ruang bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menghasilkan karya tulis. Ia juga mendorong agar tema penulisan pada masa mendatang tidak hanya terbatas pada tokoh perempuan, tetapi berkembang dengan mengangkat tokoh-tokoh lain yang memiliki kisah dan pengalaman untuk dipelajari.
“Semoga ini jadi contoh bagi sekolah lain. Jangan berhenti pada buku tentang perempuan yang menginspirasi, nantinya juga ada tulisan tentang tokoh-tokoh lain. Ini bukti bahwa anak-anak dan guru kita punya potensi besar untuk berkarya dan mengharumkan nama Sidoarjo,” katanya.
Mimik juga memberikan dorongan kepada para siswa agar tidak ragu mencoba hal-hal baru dalam proses belajar. Menurutnya, keberanian untuk memulai, kemauan memperbaiki kesalahan, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan merupakan bagian penting dari perjalanan seseorang untuk mencapai tujuan.
Ia mengingatkan bahwa setiap tulisan yang dihasilkan saat ini berpeluang memberikan manfaat bagi orang lain pada masa mendatang. Karena itu, siswa diharapkan terus mengasah keterampilan, memperluas pengetahuan, dan tidak berhenti berkarya hanya karena menghadapi kesulitan dalam prosesnya.
“Jangan takut mencoba, jangan takut salah. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jangan pernah berhenti menginspirasi,” pesannya.
Di hadapan para siswa, Mimik turut menyampaikan pentingnya menjaga amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dijawab melalui tindakan nyata, komunikasi yang baik, serta kemauan untuk mencari jalan keluar ketika menghadapi persoalan.
Menurutnya, seorang pemimpin harus membuka ruang komunikasi agar masalah yang dihadapi masyarakat dapat dibicarakan dan dicari penyelesaiannya bersama. Sikap tersebut diperlukan supaya kebijakan dan tindakan yang diambil tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan.
“Jangan sampai kita menzalimi masyarakat atau membuat masyarakat mengeluh karena kepemimpinan kita. Kita bekerja karena dipercaya dan diberi amanah oleh masyarakat. Kalau ada masalah, mari duduk bersama, berkomunikasi, dan cari jalan keluarnya supaya persoalan bisa diselesaikan,” katanya.
Mimik kemudian berbagi cerita mengenai kehidupannya sebelum menjadi anggota dewan hingga dipercaya menjabat Wakil Bupati Sidoarjo. Dalam pengalamannya, interaksi dan komunikasi secara langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ia menilai, kedekatan dengan masyarakat dapat dibangun melalui kesediaan mendengarkan dan memahami kondisi yang mereka alami. Dengan berkomunikasi secara langsung, persoalan yang muncul dapat diketahui lebih jelas sehingga upaya mencari solusi dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan hidup yang diangkat dalam buku antologi karya siswa, guru, dan wali murid MTsN 4 Sidoarjo. Melalui tulisan yang disusun dari berbagai sudut pandang, para penulis berupaya mengenalkan perjalanan Mimik Idayana kepada pembaca, terutama generasi muda yang sedang membangun cita-cita.
Penerbitan buku Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo sekaligus menunjukkan keterlibatan berbagai unsur di lingkungan madrasah dalam mengembangkan kegiatan literasi. Kolaborasi 26 siswa, tiga guru, dan satu wali murid tersebut menjadi kesempatan untuk mengolah gagasan menjadi karya yang dapat dibaca dan dipelajari oleh masyarakat.
Bagi pihak madrasah, kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong siswa mengembangkan kemampuan menulis melalui berbagai bentuk karya. Sementara itu, apresiasi yang disampaikan Mimik diharapkan menjadi penyemangat agar kegiatan serupa dapat berkembang dan menghadirkan lebih banyak tulisan mengenai tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman inspiratif.
Dengan demikian, buku antologi tersebut tidak hanya merekam perjalanan hidup seorang perempuan yang kini menjabat Wakil Bupati Sidoarjo, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan keberanian siswa untuk berkarya, belajar dari pengalaman orang lain, serta menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Melalui penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan, MTsN 4 Sidoarjo berharap para siswa semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi. Semangat untuk terus belajar, berani mencoba, bertanggung jawab, dan menghasilkan karya menjadi pesan yang mengemuka dalam peluncuran buku antologi tersebut.(adv/Ldy).


