SANGATTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum bagi Bupati Ardiansyah Sulaiman untuk mengajak masyarakat memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kutai Timur Bersholawat dan Lailatul Ijtima yang berlangsung di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (16/10/2026) malam.
Kegiatan yang digagas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kutim itu diikuti ribuan jemaah dan dihadiri sejumlah unsur pemerintahan daerah.
Ardiansyah menilai peringatan hari jadi daerah merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.
Karena itu, kegiatan keagamaan seperti selawat dan doa bersama dinilai memiliki peranan penting dalam memperkuat nilai-nilai tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga mengajak masyarakat meningkatkan kegiatan zikir dan selawat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut dapat mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.
Selain menjadi sarana memperkuat spiritualitas, kegiatan Kutai Timur Bersholawat juga berlangsung di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.
Ardiansyah berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi dampak kekeringan dan mendukung penanganan kebakaran.
Harapan tersebut turut dipanjatkan bersama ribuan jemaah yang hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Meski demikian, upaya menghadapi ancaman bencana tetap memerlukan tindakan nyata dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah daerah membutuhkan dukungan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah munculnya titik api baru.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif memberikan informasi apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan Kutai Timur Bersholawat turut dihadiri Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah, Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah.
Kehadiran para pejabat bersama masyarakat menjadi simbol kebersamaan dalam memperingati perjalanan Kabupaten Kutai Timur yang telah memasuki usia 27 tahun.
Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Bagi pemerintah daerah, partisipasi masyarakat merupakan salah satu unsur penting untuk memastikan program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, semangat persatuan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian peringatan hari jadi daerah berakhir.
Melalui kegiatan Kutai Timur Bersholawat, masyarakat diajak menjadikan HUT ke-27 Kutim sebagai momentum refleksi untuk terus menjaga persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendukung kemajuan daerah.
Dengan kebersamaan yang semakin kuat, berbagai persoalan daerah, termasuk ancaman karhutla, diharapkan dapat dihadapi melalui kerja sama dan tanggung jawab bersama. (ADV/KUTIM).



