BONTANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang memastikan setiap laporan masyarakat terkait bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran akan ditindaklanjuti melalui verifikasi di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima benar-benar sesuai dengan kondisi penerima bantuan. Dinsos tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ketika ditemukan persoalan.
Kepala Dinsos Bontang, Ahmad Yani, mengatakan masyarakat maupun pengurus RT dapat menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan terkait penyaluran bantuan sosial.
“Kalau ada RT, ada masyarakat yang lapor, kami turun,” kata Ahmad Yani.
Menurutnya, laporan masyarakat menjadi salah satu bahan bagi Dinsos untuk melakukan penelusuran. Setiap laporan akan diuji dengan kondisi yang ada di lapangan sehingga tidak langsung disimpulkan tanpa pemeriksaan.
Ahmad mencontohkan adanya laporan mengenai perbedaan penerima bantuan di masyarakat. Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa bantuan tersebut ternyata berasal dari program pemerintah pusat yang memiliki ketentuan dan mekanisme tersendiri.
Kondisi tersebut, kata dia, penting untuk dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai mekanisme maupun kriteria penerima bantuan.
“Pokoknya kalau ada laporan, kami langsung uji di lapangan,” tegasnya.
Dalam prosesnya, Dinsos juga berkoordinasi dengan pihak terkait serta melakukan pengecekan terhadap data dan kondisi penerima bantuan.
Ahmad menegaskan masyarakat tidak perlu ragu menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan persoalan dalam penyaluran bansos.
Namun, setiap laporan tetap harus melalui proses verifikasi. Dengan demikian, langkah yang diambil Dinsos dapat berdasarkan data, hasil pengecekan, serta kondisi sebenarnya di lapangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinsos Bontang untuk menjaga agar program perlindungan sosial dapat berjalan sesuai ketentuan dan diterima oleh masyarakat yang memang memenuhi kriteria. (ADV/Bontang)


