Ads
Ads

Penantian Puluhan Tahun Berakhir, Bupati Ardiansyah Resmikan Penyalaan Listrik 24 Jam di Empat Desa Batu Ampar

SANGATTA – Setelah lebih dari tiga dekade menanti, harapan masyarakat Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), untuk menikmati layanan listrik sepanjang hari akhirnya menjadi kenyataan. Empat desa di wilayah tersebut kini memasuki babak baru setelah Pemerintah Kabupaten Kutim bersama PT PLN (Persero) meresmikan penyalaan listrik 24 jam, membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan aktivitas ekonomi masyarakat pedalaman.

Peresmian berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan, Kecamatan Batu Ampar, Senin (5/10/2026). Empat desa yang mendapatkan layanan tersebut meliputi Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari. Kegiatan dipimpin langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama jajaran PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bontang, serta dihadiri Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim Deky Hermawan, Camat Batu Ampar Akhmadsyah, dan para kepala desa.

Kehadiran jaringan listrik dengan pelayanan sepanjang hari menjadi pencapaian penting bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses energi. Program ini sekaligus menunjukkan upaya pemerintah daerah mempercepat pemerataan infrastruktur dasar, terutama di kawasan perdesaan yang selama ini belum sepenuhnya menikmati fasilitas kelistrikan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada PLN dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam merealisasikan pembangunan jaringan listrik tersebut. Menurutnya, ketersediaan energi yang memadai merupakan salah satu kebutuhan mendasar untuk mempercepat kemajuan wilayah.

“Setelah lebih dari 36 tahun menanti, hari ini mimpi masyarakat untuk menikmati penerangan listrik yang representatif selama 24 jam penuh akhirnya menjadi kenyataan. Kehadiran listrik ini adalah kran pembuka bagi kebangkitan ekonomi lokal, pertumbuhan UMKM, peningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita, hingga geliat aktivitas sosial warga. Saat listrik menyala, ruang-ruang kemajuan dan kemudahan hidup otomatis terbuka lebar,” ujar Ardiansyah.

Pemerintah daerah memandang penyediaan listrik bukan sekadar pembangunan fasilitas penerangan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap produktivitas masyarakat, termasuk mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan pasokan energi stabil.

Dengan tersedianya listrik sepanjang hari, masyarakat berpeluang mengembangkan berbagai kegiatan usaha, mulai dari perdagangan, pengolahan hasil pertanian, hingga layanan ekonomi berbasis peralatan elektronik. Kondisi tersebut diharapkan dapat menciptakan kesempatan usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Manfaat lainnya juga diperkirakan dirasakan sektor pendidikan. Anak-anak sekolah kini memiliki kesempatan belajar pada malam hari dengan penerangan lebih memadai. Selain itu, penggunaan perangkat teknologi untuk mendukung pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih mudah dibandingkan ketika pasokan listrik masih terbatas.

Sementara itu, Camat Batu Ampar Akhmadsyah menjelaskan bahwa pembangunan jaringan kelistrikan telah menjangkau ratusan rumah tangga di empat desa penerima manfaat. Meski layanan listrik telah diresmikan, sejumlah penyambungan rumah masih dalam proses penyelesaian.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah kecamatan, Desa Mawai Indah telah memperoleh 222 sambungan rumah tangga, sedangkan Desa Mugi Rahayu mencatatkan 125 sambungan. Sementara itu, Desa Beno Harapan telah merealisasikan 214 sambungan dari target 320 rumah tangga.

Untuk Desa Himba Lestari, sebanyak 119 rumah tangga telah mendapatkan sambungan listrik dari keseluruhan target 186 unit. Dengan demikian, masih terdapat sejumlah rumah yang membutuhkan penyelesaian pemasangan agar manfaat jaringan listrik dapat dirasakan secara lebih merata.

Secara keseluruhan, jumlah sambungan yang telah terealisasi di empat desa tersebut mencapai 680 rumah tangga. Angka ini menunjukkan kemajuan penyediaan infrastruktur kelistrikan di Batu Ampar, meskipun pekerjaan lanjutan tetap diperlukan untuk memenuhi target sambungan yang belum tercapai.

Manager PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, turut menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan jaringan listrik. Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas yang telah tersedia agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Menurut pihak PLN, infrastruktur kelistrikan merupakan aset penting yang membutuhkan kepedulian bersama. Pemeliharaan jaringan dan penggunaan listrik sesuai ketentuan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan sekaligus mengurangi risiko gangguan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan ketika memanfaatkan listrik. Ia meminta warga menghindari pemasangan sambungan ilegal maupun penggunaan instalasi yang tidak memenuhi standar keamanan.

Peringatan tersebut disampaikan untuk mencegah potensi korsleting dan kebakaran akibat pemasangan kabel secara sembarangan. Pemerintah berharap peningkatan akses energi juga diikuti pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman, hemat, dan bertanggung jawab.

Program penyalaan listrik di Batu Ampar menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim memperluas jangkauan pelayanan dasar hingga kawasan terpencil. Pemerataan akses kelistrikan merupakan salah satu faktor penting dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Ketersediaan listrik juga berpotensi mendukung peningkatan pelayanan publik di tingkat desa. Aktivitas administrasi pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi dapat berjalan lebih optimal ketika pasokan energi tersedia secara konsisten.

Peresmian ditandai dengan penekanan sirene secara simbolis oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman bersama jajaran pejabat pemerintah daerah dan perwakilan PLN. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pelayanan listrik 24 jam bagi masyarakat di empat desa Kecamatan Batu Ampar.

Dengan hadirnya layanan kelistrikan tersebut, Pemkab Kutim berharap masyarakat dapat memanfaatkan energi secara produktif untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Penyelesaian sambungan rumah tangga yang masih tertunda juga menjadi bagian penting dalam memastikan pemerataan manfaat pembangunan, sehingga kehadiran listrik benar-benar menjadi penggerak kemajuan masyarakat Batu Ampar. (Adv/KUTIM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *