Ads

Ribuan Jamaah Padati Salat Iduladha di Al Farouq, 14 Sapi Kurban Disiapkan

Kutim – Lautan jamaah memenuhi halaman hingga ruang utama Masjid Agung Al Farouq, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), saat pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Pagi yang sejuk di Hari Raya Kurban seakan menjadi panggung kebersamaan, ketika ribuan masyarakat datang membawa harapan dan doa, menghidupkan syiar Islam dalam nuansa penuh kekhusyukan.

Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, jamaah telah berdatangan dari berbagai wilayah di Sangatta dan sekitarnya. Area masjid dipadati kendaraan, sementara sebagian jamaah terlihat mengantre memasuki pelataran masjid karena tingginya antusiasme masyarakat mengikuti salat Iduladha berjamaah. Tak sedikit pula warga yang memilih menggelar sajadah di area luar masjid demi tetap dapat mengikuti ibadah bersama.

Pelaksanaan salat Iduladha tahun ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen pemerintahan daerah. Momentum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai spiritual masyarakat di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum memperdalam makna keikhlasan dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Menurutnya, ibadah kurban tidak semata ritual tahunan, melainkan pengingat penting tentang ketulusan menjalankan syariat dan kepedulian terhadap sesama.

“Selamat Iduladha 1447 Hijriah. Mari kita terus menghidupkan nilai agama dengan mengikhlaskan niat dalam menjalankan ibadah. Iduladha mengajarkan kita arti pengorbanan, keikhlasan, serta bagaimana memperkuat hubungan sosial antarsesama,” ujar Ardiansyah di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan para jamaah haji asal Kutai Timur dan Indonesia yang tengah menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, kekuatan, serta memperoleh predikat haji mabrur. Menurutnya, doa bersama memiliki makna penting di tengah kondisi global yang penuh tantangan, termasuk persoalan ekonomi dan ketidakpastian dunia.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang berhaji agar selalu diberi kesehatan dan kemudahan. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi masyarakat Kutai Timur, bangsa Indonesia, hingga dunia secara umum,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Masjid Agung Al Farouq, Yakub Fadillah, S.IP, mengatakan bahwa pihak panitia telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung lancar. Ia mengimbau jamaah yang datang terlambat untuk segera memasuki area masjid agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan tertib dan khusyuk.

Yakub menjelaskan, Imam Salat Iduladha dipimpin oleh Imam Masjid Agung Al Farouq, sedangkan khotbah Iduladha disampaikan oleh khatib yang telah ditetapkan panitia. Selain agenda ibadah, pengurus masjid juga menyiapkan proses penyembelihan hewan kurban yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, instansi, dan masyarakat.

“Tahun ini, sementara kami telah menerima 14 ekor sapi kurban dan beberapa ekor kambing. Insyaallah jumlah ini masih bisa bertambah,” ujar Yakub.

Berdasarkan data sementara panitia Masjid Agung Al Farouq, perolehan hewan kurban terdiri dari 14 ekor sapi yang berasal dari berbagai unsur pemerintahan dan sektor swasta. Sapi kurban pertama berasal dari Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, disusul Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi, SE, MM pada urutan kedua. Selanjutnya, tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) turut berpartisipasi menyumbangkan satu ekor sapi kurban.

Kontribusi lainnya datang dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), PT Akhtar Karya Nusa, PT Indominco, PT Pama, PT GAM, Tri Argo Persada Grup, Dharma Satya Nusantara Grup, Sinarmas Grup, Astra Grup, Gunta Samba Grup, hingga PT Anugrah. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menghidupkan semangat berbagi pada Iduladha.

Selain sapi, panitia juga mencatat adanya tiga ekor kambing kurban yang berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub), PT KAN, dan Tridaya Hutan Lestari. Seluruh hewan kurban nantinya akan disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, khususnya warga sekitar masjid dan kelompok masyarakat membutuhkan.

Yakub berharap jumlah hewan kurban terus bertambah hingga batas akhir penerimaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh pada Hari Raya Iduladha menjadi cerminan kuatnya solidaritas masyarakat Kutai Timur.

Pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Agung Al Farouq tahun ini tak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga simbol persatuan dan kepedulian sosial. Di tengah gema takbir yang menggema sejak pagi, Hari Raya Kurban kembali mengingatkan bahwa keikhlasan dan berbagi merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *