Ads
Ads

Mahyunadi Tekankan Rekrutmen Atlet Olahraga Harus Transparan dan Bebas Nepotisme

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menegaskan pentingnya sistem rekrutmen atlet yang transparan, adil, dan bebas nepotisme untuk mendorong kemajuan olahraga daerah. Penegasan itu disampaikan saat menutup National Climbing Series 3 Bupati Cup 5 Tahun 2026 di Bukit Pelangi World Climbing Center, Sangatta, Rabu (14/10/2026).

Menurut Mahyunadi, keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak terlepas dari proses penjaringan atlet yang objektif. Atlet yang memiliki kemampuan dan prestasi harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan mewakili daerah maupun Indonesia di kompetisi yang lebih tinggi.

“Sepanjang rekrutmennya transparan, pasti bisa menghasilkan atlet-atlet yang luar biasa bagi Republik ini,” tegas Mahyunadi.

Ia menilai panjat tebing menjadi contoh cabang olahraga yang relatif terukur karena kemampuan atlet dapat diamati melalui hasil pertandingan. Karena itu, proses penilaian dan penentuan pemenang harus benar-benar didasarkan pada performa.

“Panjat tebing ini sebuah ukuran. Kelihatan. Makanya kalau sepanjang rekrutmennya transparan, pasti bisa menghasilkan atlet-atlet yang luar biasa,” ujarnya.

Mahyunadi juga mengingatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim dan Dinas Pemuda dan Olahraga agar menerapkan prinsip yang sama pada seluruh cabang olahraga. Menurutnya, proses yang tidak adil dapat merugikan atlet yang sebenarnya layak memperoleh kesempatan.

“Agar di Kutai Timur, khususnya bukan hanya panjat tebing, seluruh cabang olahraga melakukan rekrutmen dengan sebaik-baiknya, seadil-adilnya, sejujur-jujurnya,” katanya.

Ia berharap kompetisi yang sehat dapat menjadi landasan pembinaan atlet berkelanjutan. Prestasi tidak semestinya ditentukan oleh kedekatan atau kepentingan tertentu, melainkan kemampuan yang dibuktikan melalui pertandingan.

“Jangan sampai mencederai para atlet kita yang memang layak untuk mendapatkan juara,” tambahnya.

Penyelenggaraan National Climbing Series 3 Bupati Cup 5 mencatat peningkatan peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Event delegate Efendi melaporkan jumlah peserta pada 2025 berada di kisaran 93–95 atlet, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 223 atlet.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 atlet putra dan 99 atlet putri ambil bagian. Kompetisi berlangsung pada 10–14 Oktober 2026 dengan 12 nomor pertandingan dan total 36 medali emas, perak, serta perunggu.

Kehadiran atlet nasional, termasuk atlet tim nasional panjat tebing Indonesia, turut menambah kualitas persaingan. Mahyunadi berharap momentum ini menjadi dorongan bagi pembinaan atlet Kutim agar mampu bersaing secara profesional.

Melalui sistem seleksi yang terbuka dan kompetisi yang terukur, pemerintah daerah berharap semakin banyak atlet lokal memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuan serta meraih prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. (ADV/Kutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *